Saat Mata Kelilipan

Saat mengendari motor biasanya tiba-tiba mata kelilipan, bisa jadi ada sesuatu yang masuk ke dalam kelopak mata kita. Hal itu akan membuat mata kita perih, merah bahkan mengeluarkan air mata. Yang perlu kita lakukan adalah jangan langsung mengucek-ngucek mata kita dengan tangan, karena kita tidak tahu persis bagaimana permukaan benda asing yang masuk ke mata kita, jika permukaannya tajam itu akan melukai mata kita, tetapi teruslah berkedip walaupun agak perih dan susah, karena saai utu air mata akan keluar sebagai proses proteksi diri otomatis dari mata kita untuk melindunga mata dari benda asing atau debu. teruslah berkedip hingga air mata keluar, dan Insya Allah semua akan kembali baik-baik saja. jika tetap perih segeralah pulang untuk mengedip-ngedipkan mata dalam air bersih (dalam wadah biasanya piring-bagi orang yang penasaran terhadap benda asing tersebut) hehe. So, kawan. Ingat yah, JANGAN MENGUCEK-NGUCEK MATA.(ini saya dapatkan dalam materi kuliah salah satu dosen saya. Terimah kasih dr. Ardiyanto Panggeso)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sore yang surprise

“Eiiihh Fivi, alasan saja rindu. Padahaaaaal” Kata kak Riska

“hehehe, Alhamdulillah”

 

***

Sore ini Aku bahagia, seakan seperti baru berjumpa dengan keluarga yang telah lama terpisah dari perantauan. Bagaimana tidak, walaupun ada sedikit kontroversi dari sms yang telah dikirimkan oleh sang Bapaknya anak-anak (red-kaderisasi) namun Alhamdulillah hari ini spesial. Meraka hadir sesuai harapanku. Tak banyak yang tahu tentang keinginanku ini. setelah kegiatan PDKT III FLP di SMP Madani kemarin, seakan timbul suatu rasa yang bergejolak dan meluap-luap, belakangan kusadari itulah rasa rinduku. Walaupun ramai sempurna, tak ramai tetap meriah hampir sama dengan istilah banyak habis sedikit cukup begitulah kami di FLP Sulteng. Rapat dengan banyak bercanda, sedikit serius, yang penting hepi dan tetap silaturrahim. Mungkin komunitas menulis kita ini beda dengan komunitas-komunitas lainnya. Banyak bercandanya, banyak baku sedunya, banyak lawaknya, tapi Alhamdulillah walaupun tak banyak ada juga karyanya. Terbukti dengan “Hadiah Agung di Kordoba” (woy woy buku kedua harus ada namaku,ee).

 

Seperti tak disangka, orang-orang yang hampir tenggelam dalam pekatnya malam kini hadir bersinar menyilaukan mata, bahkan ada yang bawa pisang molen + tahu isi (eh ada bakwan juga kah? saya tek dapat tadi L). Tapi inilah kami, saudara yang lahir dari satu rahim, FLP Sulteng. Budaya lambat datang, tidak on time, malas datang duluan, sudah menjadi makanan sehari-hari yang bikin muntah apalagi bagi orang yang datang lebih dulu. pesan singkat yang tak dibalas padahal hanya ingin mendapatkan konfirmasi sudah basi bahkan berjamur. Hingganya saya menemukan satu alasan. R.I.N.D.U.

***

Senin siang itu di LAPAS PALU (17 Feb 14)

asslm. Kak …. , Apa kabar? Macam rindu qt,eee

PDKT IV lagi yuuukkk :p :p :p

 

Teks asli sms masal yang dikirimkan pada mereka-mereka. (Defita, Hisdamayanti, Ika Novitasari, Muliati Supandi, Pujiati Sari, Riska Fitra Sari, Siti Wasiah) titik titiknya diganti dengan nama saja. Kenapa? kadang kalau kita mendapatkan sms, Asslm temans, Hai semua, Assalam Akhi/Ukhti itu merupakan hal yang biasa saja karena tak ada sesuatu yang spesial, untuk saya pribadi dan mungkin orang lain bisa berpikir ini sms umum bisa untuk siapa saja, tapiiii jika ada nama kita tertera disitu. Seakan otak mendapatkan perintah segera untuk mengalirkan sinyal ke reseptor indra peraba yang bernama tangan (red-jari) untuk segera menari-nari di atas tuts yang menyala-nyala, hanya karena kau menyebut namaku dalam sms-mu (asalkan bukan dalam komentarmu-lol) mungkin menurutku, itu alasan mereka membalas sms-ku, bisa jadi juga karena isi pesannya yang menggali sekian ribu kilometer dalamnya hati mereka. (wkwkwkwk gale sumur stau). Tapi, apapun itu, Saya senang, gembira, bahagia, Happy. Smoga tetap ramai kayak tadi, tetap reuni reuni kayak tadi dan tetap ada gorengan kayak tadi #Colek kak Titi :p

 

Oh iya, yang sudah tidak pernah muncul, ditunggu batang hidungnya. seandainya bisa saya meminta nomor-nomor HP mereka (akhwat) yang tak ada di atas namanya. #Colek Bapaknya Anak-anak, Kak Shaleh (bukan mba’ Shalehah lagi yah, maaf) dan pak Takim (yah, takim bukan Takiman lagi, maaf juga) Yang ajar saya baganti-ganti namanya orang yang senior-senior itu.(Edisi Balapor)

Guys, Ingat. setor karya dua pekan sekali, jika tidak, setor dua karya sebulan sekali, jika tidak lagi silahkan bayar denda 10ribu + iuran 5ribu.

Semoga FLP Karya Raya, Semoga RumCay Punya Listrik + Air dari denda-dendamu itu. Seribupun bisa dicicil mungkin kak Ikbal baik hati kok. Tapi karya usahakan yah termasuk saya sendiri yang tek pernah menembus setitik pun tirai Karya yang dimasukkan ke Kak Arya. sekian. Wassalam.

Nadia Azzahra Apok. Palu.230214.19:31.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

my poem

TENTANG PINTA YANG TERTUNDA
Nadia Azzahra Apok, dalam goresan penanya

 

Dermaga Cinta (Pelabuhan Banggai).

Wednesday,220812,07:06-07:36

 

Asa adalah harapan

Tak sekedar mimpi di atas empuknya papan

Asa yang membuat diri menerobos Gang Delapan

Berusaha sekuat tenaga mewujudkan pengharapan

Melawan musuh tanpa senapan

Melawan lapar tanpa nasi senampan

Menguatkan lengan mendayung sampan

Meski jauh, ku kejar hingga ke Japan

 

                                                Pintaku ini, bukan pinta biasa

                                                Pinta penuh cinta untuk orang-orang tercinta

                                                Banggai Laut hadir di semesta

                                                Tanah kelahiran tercinta direbut oleh orang-orang yang juga dicinta

                                                Saudaraku, cinta itu luas sejauh pandangan mata

                                                Tak hanya untukmu di sana tapi juga mereka yang menderita

                                                Alangkah lebih indah jika berbagi bersama rata

 

Mengapa harus berdebat

Padahal kita sama, punya cinta yang hebat

Cinta terhadap daerah yang lebat

Lebih dari kekayaan Raja Ampat

Meski mengakui daerah hampir lambat

Tetapkan shaf pembela yang rapat

Membela dari para penjahat

Agar tak ada lagi kami yang melarat

Ataupun terjebak dalam pikiran sesat

Karena tingginya ego dan hasrat

Juga nafsu yang hanya sesaat

Hingga tak mampu membendung kelabat

Membabat sesak hingga sekarat

Ya Allah, Hamba Kuat, Hamba Sehat, Hamba Taat

Penuhilah pinta hamba untuk semua Ummat

 

                                                Kabupaten Banggai Laut

                                                Perjuangan penuh carut marut

                                                Walau hinaan dan cacian sering terpaut

                                                Tamparan hebat kadang menjemput

                                                Kami tak mau di dalamnya melarut

                                                Karena perjuangan memang butuh pengorbanan akut

                                                Meski harus jadi orang tersudut

                                                Atau kadang jadi cibiran mulut

                                                Kami tetap merajut

                                                Apalagi hanya sedikit sikut

                                                Atau kata ancaman seperti kabut

                                                Kami tak mau berlutut

                                                Karena hanya Allahlah yang patut

                                                Maka kami yakin, perjuangan ini akan berbuntut

                                                Mekarnya kuntum Banggai Laut

                                                Selalu sabar merajut sampai maut menjemput

 

Ya Allah Ya Rabbi

Engkaulah yang maha tahu akan hati ini

Tentang teririsnya saat dicaci

Tentang terlukanya saat dibenci

Hampir patahnya semangat saat ditebasi

dan menetesnya air mata ketika hinaan menghampiri

Tapi ya Rabb, Engkaupun ketahui

Cinta padaMu yang membuat kuat diri

Bertumpu padaMu yang membuat kaki tetap berdiri

Berharap padaMu yang membuat hati tetap berseri

Tangis malam di hadapanMu yang menenangkan jiwa ini

Kami sadari Jalan ini

penih batu terjal dan rumput berduri

Kuatkanlah jiwa lemah ini ya Rabbi

 

                                                Kekasihku….

                                                Kami tahu, Engkaulah yang maha tahu

                                                Memberi apa yang pantas kami terima

                                                Menunda mengabulkan do’a

                                                Dan merancang yang lebih baik darinya

                                                Semua akan indah pada waktunya

                                                Biarkan kami belajar Ikhlas akannya

                                                Biarkan kami belajar sabar atasnya

                                                Hingga engkau akan memberikannya

                                                Ketika kami siap menerimanyaGambar

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Korwil PIIwati Sulteng

Korwil PIIwati Sulteng

Kebersamaan saat di Masjid Agung Kota Palu

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar